Jumat, 04 Agustus 2023

Menurut Beberapa Penelitian Kesantunan Juga Melekat

Kesantunan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial manusia. Istilah kesantunan sendiri dapat diartikan sebagai tata cara atau norma-norma perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap individu dalam berinteraksi dengan orang lain. Menurut beberapa penelitian, kesantunan juga melekat pada individu dan budaya tertentu.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Brown dan Levinson (1987), kesantunan diidentifikasi sebagai sebuah strategi yang digunakan individu untuk memelihara keharmonisan dalam hubungan sosial. Dalam penelitian ini, mereka mengidentifikasi dua jenis kesantunan, yaitu kesantunan positif dan kesantunan negatif. Kesantunan positif adalah upaya untuk memperlihatkan penghargaan dan kesopanan kepada orang lain, sedangkan kesantunan negatif adalah upaya untuk menghindari kerusakan pada hubungan sosial.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Penelope Brown (1990) menemukan bahwa kesantunan juga melekat pada budaya tertentu. Dalam penelitian ini, ia mengidentifikasi perbedaan antara budaya individualis dan budaya kolektivis dalam penggunaan kesantunan. Budaya individualis, seperti Amerika Serikat, lebih cenderung menggunakan kesantunan positif, sedangkan budaya kolektivis, seperti Jepang, lebih cenderung menggunakan kesantunan negatif.

penelitian lain yang dilakukan oleh Gu (1990) menemukan bahwa kesantunan juga melekat pada jenis kelamin. Dalam penelitian ini, ia menemukan bahwa perempuan lebih cenderung menggunakan kesantunan positif dalam interaksi sosial, sedangkan laki-laki lebih cenderung menggunakan kesantunan negatif.

Meskipun kesantunan melekat pada individu dan budaya tertentu, penting untuk diingat bahwa kesantunan bukanlah hal yang statis. Kesantunan dapat berubah-ubah tergantung pada situasi dan konteks sosial. Misalnya, kesantunan positif dapat digunakan dalam situasi formal, sementara kesantunan negatif dapat digunakan dalam situasi informal.

penggunaan kesantunan juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti status sosial, kekuasaan, dan hubungan personal. Seseorang yang memiliki status sosial yang tinggi atau kekuasaan yang besar mungkin tidak perlu menggunakan kesantunan secara intensif, karena mereka memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain. Sebaliknya, seseorang yang memiliki hubungan personal yang dekat dengan orang lain mungkin tidak memerlukan kesantunan yang terlalu tinggi, karena mereka sudah saling mengenal dengan baik.

Dalam konteks globalisasi dan perubahan budaya yang terus berlangsung, kesantunan juga menjadi semakin kompleks. Misalnya, penggunaan media sosial dan teknologi informasi dapat mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain dan menggunakan kesantunan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mempelajari tentang kesantunan agar dapat berinteraksi dengan orang lain secara efektif dan membangun hubungan sosial yang harmonis.

kesantunan adalah aspek penting dalam kehidupan sosial manus